Jumat, 30 November 2012

PENDEKATAN PEMADUAN ISLAM DAN SAINS


Pendekatan sains islam ditemukan oleh Sayyed Hossein Nasr, Ziauddin Sardar, Maurice Bucaille dengan gagasanPerlunya etika islam untuk mengawal sains” dan “Perlunya landasan epistemologi Islami untuk suatu sistem sains (“sains islam”)
Pendekatan Penafsiran (sentuhan) Islami ditemukan oleh Mehdi Ghulsani, dan Bruno Guiderdoni dengan gagasan tidak perlu membangun sains islam tetapi cukup memberikan penafsiran (sentuhan) islami terhadap sains yang ada saat ini
Pendekatan “Islamisasi Ilmu” ditemukan oleh Naquib Al-Attas, Ismail Raji’  Al-Faruqi, Harun Yahya dengan gagasan hendaknya ada hubungan timbal-balik antara aspek realitas (sains/iptek) dan aspek kewahyuan (islam)
Implementasi “Islamisasi Ilmu” menurut Ismail Raji’ Al-Faruqi adalah



Pendekatan “Islamisasi Penuntut Ilmu” ditemukan oleh Fazlur Rahman dengan gagasan “Yang harus mengaitkan dirinya dengan nilai-nilai islam adalah pencari ilmu bukan ilmunya”.
Pendekatan Ilmuisasi Islam ditemukan oleh Prof. Dr. Kuntowijoyo (Alm) dengan gagasanPerumusan teori ilmu pengetahuan yang didasarkan kepada Al-Quran (menjadikan al-Quran sebagai suatu paradigma)”.
Pendekatan “Pohon Ilmu” ditemukan oleh Prof. Dr. Imam Suprayogo (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dengan gagasan “Agama sebagai pengembangan sains” dan “Sains dipandang merupakan bagian dari kajian keagamaan Islam”.
Pendekatan “Integrasi-Interkoneksi” ditemukan oleh Prof. Dr. Amin Abdullah dengan gagasan “Mempertemukan antara ilmu-ilmu agama islam (hadlarah al-nash) dan ilmu-ilmu umum (hadlarah al-’ilm) dengan filsafat (hadlarah al-falsafah)

Sumber    :   Frida Agung R.2012. Materi kuliah islam dan sains. UIN SUKA Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar