- INTRODUCTION
Sejak berabad-abad lalu, umat islam telah banyak
melakukan interaksi dengan sains atau ilmu umum. Penelitian dan pengkajian
isyarat-isyarat Al-Qur’an dengan ilmu umum (sains) masih dilakukan oleh ilmuwan
muslim dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber informasi dan inspirasi untuk
mengembangkan kajian sains.
Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang sains :
1. Fisika (al-Anbiya:30,
al-DZariyat:47,al-A’raf:54
2. Biologi(at-Tin:4,
al-Infithor:6-8, Nuh:14,an-Nahl:4, al-Mu’minun:13,al-Qiyamah:37, al-Insan:2
3. Astronomi(al-Jatsiyah:13,
al-An’am:97, ar-Rahman:7, yunus:5, al-Thariq:1-3).
4. Kimia (al-anbiya:30
5. Geologi (al-Naba:6-7)
6. Ilmu
Kesehatan(al-Baqarah:173, al-Maidah:90)
7. Ilmu Pertanian
(al-Hijr:19, al-An’am:141)
8. Hidrologi (Ibrahim:32)
9. Demografi( an-Nisa:9, al-Baqarah:222)
Matematika
Pada abad ke-9 Masehi tepatnya pada masa khalifah
Al Ma’mun muncullah Al Khwarizmi (tokoh dalam bidang Matematika) yang menemukan
angka nol, logaritma, al jabar.
Sedangkan pada akhir abad ke-10 Masehi, Abu Kamil
seorang pakar matematika menyempurnakan teori aljabar (teori Al Khwarizmi) dan
menyusun persamaan akar kuadrat.
Bersamaan dengan abad ke 10 tepatnya rentang waktu antara tahun
940-998 M, ilmuwan yang bernama Abu Wafa mengembangkan trigonometri, geometri
bola, tabel sinus sebagai bentuk penyempurnaan teori dari Al Battani (858-929
M).
Islam juga mempunyai ilmuwan yang sangat popular yaitu Abul Abbas
Ahmad ibn Muhammad ibn Utsman al-Azdi beliau menulis 74 karya ilmiah matematika
dan astronomi . “Talkhis
amal al-Hisab” atau Ringkasan Operasi Matematika
yang sudah dipelajari selama lebih dari 2 abad dan sejak tahun 1864 M buku
terjemahannya telah diterbitkan dalam bahasa Perancis.
Ilmu Kedokteran
Sejak masa dinasti Umayyah, di
Damaskus kaum muslim telah membangun rumah sakit pertama
untuk penderita penyakit kusta. Sedangkan pada masa Khalifah Harun Al Rasyid antara
tahun 786 – 808 M sudah memiliki 60 rumah sakit
yang sudah canggih dilengkapi dengan apotek, perpustakaan, bangsal-bangsal yang
sudah terpisah antara laki-laki dan perempuan, bahkan ada ruang untuk kuliah
bagi mahasiswa kedokteran. Rumah sakit ini kemudian menjadi model untuk
beberapa rumah sakit yang ada di Eropa khususnya Italia dan Perancis karena
adanya perang salib.
Ibnu Sina (Avicenna) merupakan
ilmuwan pertama yang menyatakan, bahwa sebelum infeksi , sekresi manusia
terkontaminasi oleh jasad kotor dari luar tubuh. Selama 1000 tahun oleh
orang-orang Barat, Beliau dianggap sebagai ilmuwan medis terbesar. Beliau
memiliki karya Canon atau Qanun atau Kaidah-kaidah Ilmu
Kedokteran yang sampai sekarang masih dipakai sebagai
referensi untuk pendidikan kedokteran.
- KEMAJUAN DAN KEMUNDURAN
PERADABAN ISLAM
•
Hubungan Islam dan Sains tidak lepas dari kemajuan dan
kemunduran sains dalam peradaban Islam
•
Umat Islam mulai mempelajari atau melakukan penafsiran
ilmiah sejak generasi pertama sampai abad ke-lima hijriyah hingga menjadikan
diri mereka sebagai pelopor Ilmu pengetahuan di seluruh penjuru dunia.
•
Umat Islam telah menjadi
pelopor dalam research tentang alam, sekaligus sebagai masyarakat
pertama dalam sejarah ilmu pengetahuan yang melakukan experimental science atau ilmu thabi’i berdasarkan percobaan
yang kemudian berkembang menjadi applied science atau technology.
- Islam Mendorong Kemajuan Sains
Islam mendorong ummatnya
untuk selalu berupaya mengembangkan sains. Hal ini berdasar perintah Allah dalam :
- Q.S. Al-’alaq: 1-5
- Q.S. Ali-Imran:
190-191

- Q.S. Al-Jatsiyah:
13
Islam juga menempatkan orang yang beriman,
berilmu dan beramal shalih pada derajat yang tinggi. Allah berfirman dalam Q.S.
Al-Mujadilah: 11.
- Pandangan Al-Qur’an terhadap Sains
Seluruh pengetahuan baik itu pengetahuan agama
maupun pengetahuan non agama, seperti halnya sains telah difirmankan Allah di
Al-Qur’an. Pendapat seperti ini didukung antara lain oleh al-Ghazali,
al-Suyuti, dan Maurice Bucaile.
Sedangkan Al-Qur’an
hanya sebagai petunjuk untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pendapat ini
didukung antara lain oleh Ibnu Sina, al-Biruni, dan al-Haitam.
- Faktor-faktor Pendorong Kemajuan Sains dalam
Peradaban Islam
1.
Universalisme
2.
Toleransi
3.
Karakter Pasar Internasional
4.
Penghargaan terhadap sains dan saintis
5.
Keterpaduan antara tujuan dan cara
- Faktor
kemunduran Umat Islam
1.
Akibat jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan As
Sunnah.
Hadist:
Dari Ali bin abi Tholib ra berkata, bersabda Rasulullah
saw : Akan datang pada ummatku suatu zaman, yang tidak tersisa dari dari islam
kecuali namanya, dan tidak tersisa dari alqur’an kecuali tulisannya, masjid
mereka ramai akan tetapi sepi dari petunjuk, ulama mereka sejelek-jelek manusia
dikolong langit, darinya keluar fitnah dan kepada mereka fitnah tersebut
kembali.
(HR. Baihaqi)
Pada saat ini, tidak sedikit orang
islam yang lebih banyak mengkaji dan mengamalkan ilmu yang berorientasi dunia.
Sehingga mengesampingkan mempelajari, mengkaji dan mengamalkan Al Qur’an.
Banyak contoh nyata dalam kehidupan
sehari-hari, kebanyakan orang tua lebih ingin anaknya pintar dalam ilmu
keduniawian sehingga rela mengeluarkan uang yang banyak untuk mengkursuskan,
dibandingkan harus mempelajari Al- Qur’an.
2.
Taklid
(ikut-ikutan)
“Sungguh kalian akan mengikuti cara-cara Sunan,
gaya-gaya orang-orang sebelum kalian satu jengkal, satu hasta, satu depa,
secara bertahap sehingga sampai mereka memasuki lubang biawak sekalipun kalian
akan mengikutinya”. Para sahabat bertanya, ”Yahudi dan Nasrani?”. Jawab Rasul,
”Siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhori)
Taklid (ikut-ikutan) berawal dari
kehilangan nilai dan tidak mempunyai prinsip-prinsip yang kuat seperti dalam Al
– Quran dan Alhadist sehingga yang mereka ikuti berdasar pada kebiasaan yang
sudah ada, yang kebanyakan dilakukan orang lain.
3.
Terjadinya
perpecahan di kalangan umat.
Adanya perpecahan di kalangan umat islam disebabkan
karena tidak adanya persatuan dan kesatuan dalam pemikiran dan akidah.
4.
Adanya pertempuran antara haq dan bathil .
Imam syafi’i dalam tafsir Ibnu
katsir di akhir surat al kafirun menyatakan : apapun jenisnya kekufuran itu
merupakan satu pokok ajaran. Mereka bersatu padu untuk membangun satu
kesepakatan dan konspirasi yang selanjutnya mereka menggunakan berbagai macam
sarana.Perang pemikiran merupakan langkah utama dalam peperangan antara yang
haq dan bathil.
b. Menurut
Sumber : INSISTS. Institute for the Study of
Islamic Thought and Civilizations
Menurut Profesor Sabra (Harvard) dan David
King (Frankfrut). Kemunduran sains dikarenakan pada masa yang akan datang
kegiatan saintifik lebih mengarah untuk memenuhi kebutuhan praktis agama.
Misalnya, aritmetika dipelajari untuk menghitung pembagian harta warisan,
trigonometri dipelajari untuk membantu menghitung arah kiblat. Namun penjelasan
seperti ini kurang tepat,karena hal ini justru menjadi faktor pemicu
perkembangan dan kemajuan sains.
Menurut pendapat David Lindberg (1992).
Sains dan saintis pada masa itu seringkali ditentang dan disudutkan. Beliau mencontohkan pada saat
itu di Cordoba terjadi kasus pembakaran buku-buku sains dan filsafat. Beliau juga mengatakan, a flourishing
scientific enterprise requires peace, prosperity, and patronage. Namun
pilar-pilar yang disebutkan Lindberg sejak menjelang abad ke -13 mulai absen
dari dunia islam. Faktor lain yang ditunjuk Lindberg adalah ‘marginality thesis’.
Yaitu sains dianggap sebagai anak tiri, hal ini terbukti dengan tidak
diakuinya sains secara resmi sebagai bidang studi tertentu.
Sumber :
3.
Sumber
: INSISTS. Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations
4.
Modul Mata Kuliah Al Qur’an
semester 1 Teknik Informatika Fakultas Sains Teknologi UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta tahun Akademik 2010/2011
5.
Modul Mata Kuliah Islam dan
Sains semester 5 Teknik Informatika Fakultas Sains Teknologi UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta tahun Akademik 2012/2013








Tidak ada komentar:
Posting Komentar