Jumat, 30 November 2012

HUBUNGAN ISLAM DAN SAINS


  1. INTRODUCTION
Sejak berabad-abad lalu, umat islam telah banyak melakukan interaksi dengan sains atau ilmu umum. Penelitian dan pengkajian isyarat-isyarat Al-Qur’an dengan ilmu umum (sains) masih dilakukan oleh ilmuwan muslim dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber informasi dan inspirasi untuk mengembangkan kajian sains.
Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang sains :
1. Fisika (al-Anbiya:30, al-DZariyat:47,al-A’raf:54
2. Biologi(at-Tin:4, al-Infithor:6-8, Nuh:14,an-Nahl:4, al-Mu’minun:13,al-Qiyamah:37, al-Insan:2
3. Astronomi(al-Jatsiyah:13, al-An’am:97, ar-Rahman:7, yunus:5, al-Thariq:1-3).
4. Kimia (al-anbiya:30
5. Geologi (al-Naba:6-7)
6. Ilmu Kesehatan(al-Baqarah:173, al-Maidah:90)
7. Ilmu Pertanian (al-Hijr:19, al-An’am:141)
8. Hidrologi (Ibrahim:32)
9. Demografi( an-Nisa:9, al-Baqarah:222)


Matematika
Pada abad ke-9 Masehi tepatnya pada masa khalifah Al Ma’mun muncullah Al Khwarizmi (tokoh dalam bidang Matematika) yang menemukan angka nol, logaritma, al jabar.
Sedangkan pada akhir abad ke-10 Masehi, Abu Kamil seorang pakar matematika menyempurnakan teori aljabar (teori Al Khwarizmi) dan menyusun persamaan akar kuadrat.
Bersamaan dengan abad ke 10 tepatnya rentang waktu antara tahun 940-998 M, ilmuwan yang bernama Abu Wafa mengembangkan trigonometri, geometri bola, tabel sinus sebagai bentuk penyempurnaan teori dari Al Battani (858-929 M).
Islam juga mempunyai ilmuwan yang sangat popular yaitu Abul Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Utsman al-Azdi beliau menulis 74 karya ilmiah matematika dan astronomi . “Talkhis amal al-Hisab” atau Ringkasan Operasi Matematika yang sudah dipelajari selama lebih dari 2 abad dan sejak tahun 1864 M buku terjemahannya telah diterbitkan dalam bahasa Perancis.
Ilmu Kedokteran
Sejak masa dinasti Umayyah, di Damaskus kaum muslim telah membangun rumah sakit pertama untuk penderita penyakit kusta. Sedangkan pada masa Khalifah Harun Al Rasyid antara tahun 786 – 808 M sudah memiliki 60 rumah sakit yang sudah canggih dilengkapi dengan apotek, perpustakaan, bangsal-bangsal yang sudah terpisah antara laki-laki dan perempuan, bahkan ada ruang untuk kuliah bagi mahasiswa kedokteran. Rumah sakit ini kemudian menjadi model untuk beberapa rumah sakit yang ada di Eropa khususnya Italia dan Perancis karena adanya perang salib.
Ibnu Sina (Avicenna) merupakan ilmuwan pertama yang menyatakan, bahwa sebelum infeksi , sekresi manusia terkontaminasi oleh jasad kotor dari luar tubuh. Selama 1000 tahun oleh orang-orang Barat, Beliau dianggap sebagai ilmuwan medis terbesar. Beliau memiliki karya Canon atau Qanun atau Kaidah-kaidah Ilmu Kedokteran yang sampai sekarang masih dipakai sebagai referensi untuk pendidikan kedokteran.
  1. KEMAJUAN DAN KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM
         Hubungan Islam dan Sains tidak lepas dari kemajuan dan kemunduran sains dalam peradaban Islam
         Umat Islam mulai mempelajari atau melakukan penafsiran ilmiah sejak generasi pertama sampai abad ke-lima hijriyah hingga menjadikan diri mereka sebagai pelopor Ilmu pengetahuan di seluruh penjuru dunia.
         Umat Islam telah menjadi pelopor dalam research tentang alam, sekaligus sebagai masyarakat pertama dalam sejarah ilmu pengetahuan yang melakukan experimental science atau ilmu thabi’i berdasarkan percobaan yang kemudian berkembang menjadi applied science atau technology.
  1. Islam Mendorong Kemajuan Sains
Islam mendorong ummatnya untuk selalu berupaya mengembangkan sains. Hal ini berdasar perintah Allah dalam :
  1. Q.S. Al-’alaq: 1-5

  1. Q.S. Ali-Imran: 190-191



  1. Q.S. Al-Jatsiyah: 13








Islam juga menempatkan orang yang beriman, berilmu dan beramal shalih pada derajat yang tinggi. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Mujadilah: 11.




  1. Pandangan Al-Qur’an terhadap Sains
Seluruh pengetahuan baik itu pengetahuan agama maupun pengetahuan non agama, seperti halnya sains telah difirmankan Allah di Al-Qur’an. Pendapat seperti ini didukung antara lain oleh al-Ghazali, al-Suyuti, dan Maurice Bucaile.
Sedangkan  Al-Qur’an hanya sebagai petunjuk untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pendapat ini didukung antara lain oleh Ibnu Sina, al-Biruni, dan al-Haitam.

  1. Faktor-faktor Pendorong Kemajuan Sains dalam Peradaban Islam
1.         Universalisme



2.         Toleransi




3.         Karakter Pasar Internasional




4.         Penghargaan terhadap sains dan saintis




5.         Keterpaduan antara tujuan dan cara



  1. Faktor kemunduran Umat Islam
a.      Menurut sumber: http://www.an-najah.net
1.         Akibat jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan As Sunnah.

Hadist:

Dari Ali bin abi Tholib ra berkata, bersabda Rasulullah saw : Akan datang pada ummatku suatu zaman, yang tidak tersisa dari dari islam kecuali namanya, dan tidak tersisa dari alqur’an kecuali tulisannya, masjid mereka ramai akan tetapi sepi dari petunjuk, ulama mereka sejelek-jelek manusia dikolong langit, darinya keluar fitnah dan kepada mereka fitnah tersebut kembali. (HR. Baihaqi)

Pada saat ini, tidak sedikit orang islam yang lebih banyak mengkaji dan mengamalkan ilmu yang berorientasi dunia. Sehingga mengesampingkan mempelajari, mengkaji dan mengamalkan Al Qur’an.
Banyak contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan orang tua lebih ingin anaknya pintar dalam ilmu keduniawian sehingga rela mengeluarkan uang yang banyak untuk mengkursuskan, dibandingkan harus mempelajari Al- Qur’an.

2.          Taklid (ikut-ikutan)

“Sungguh kalian akan mengikuti cara-cara Sunan, gaya-gaya orang-orang sebelum kalian satu jengkal, satu hasta, satu depa, secara bertahap sehingga sampai mereka memasuki lubang biawak sekalipun kalian akan mengikutinya”. Para sahabat bertanya, ”Yahudi dan Nasrani?”. Jawab Rasul, ”Siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhori)

Taklid (ikut-ikutan) berawal dari kehilangan nilai dan tidak mempunyai prinsip-prinsip yang kuat seperti dalam Al – Quran dan Alhadist sehingga yang mereka ikuti berdasar pada kebiasaan yang sudah ada, yang kebanyakan dilakukan orang lain.

3.          Terjadinya perpecahan di kalangan umat.

Adanya perpecahan di kalangan umat islam disebabkan karena tidak adanya persatuan dan kesatuan dalam pemikiran dan akidah.

4.         Adanya pertempuran antara haq dan bathil .
Imam syafi’i dalam tafsir Ibnu katsir di akhir surat al kafirun menyatakan : apapun jenisnya kekufuran itu merupakan satu pokok ajaran. Mereka bersatu padu untuk membangun satu kesepakatan dan konspirasi yang selanjutnya mereka menggunakan berbagai macam sarana.Perang pemikiran merupakan langkah utama dalam peperangan antara yang haq dan bathil.

b.      Menurut Sumber : INSISTS. Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations
Menurut Profesor Sabra (Harvard) dan David King (Frankfrut). Kemunduran sains dikarenakan pada masa yang akan datang kegiatan saintifik lebih mengarah untuk memenuhi kebutuhan praktis agama. Misalnya, aritmetika dipelajari untuk menghitung pembagian harta warisan, trigonometri dipelajari untuk membantu menghitung arah kiblat. Namun penjelasan seperti ini kurang tepat,karena hal ini justru menjadi faktor pemicu perkembangan dan kemajuan sains.
Menurut pendapat David Lindberg (1992). Sains dan saintis pada masa itu seringkali ditentang dan disudutkan. Beliau mencontohkan pada saat itu di Cordoba terjadi kasus pembakaran buku-buku sains dan filsafat. Beliau juga mengatakan, a flourishing scientific enterprise requires peace, prosperity, and patronage.  Namun pilar-pilar yang disebutkan Lindberg sejak menjelang abad ke -13 mulai absen dari dunia islam. Faktor lain yang ditunjuk Lindberg adalah ‘marginality thesis’. Yaitu sains dianggap sebagai anak tiri, hal ini terbukti dengan tidak diakuinya sains secara resmi sebagai bidang studi tertentu.

Sumber :
1.      http://kuliahpemikiran.wordpress.com/ yang diunggah pada tanggal 15 Agustus 2010
2.      http://saripedia.wordpress.com/category/sains-teknologi/ yang diunggah pada tanggal 24 May 2012
3.      Sumber : INSISTS. Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations
4.      Modul Mata Kuliah Al Qur’an semester 1 Teknik Informatika Fakultas Sains Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun Akademik 2010/2011
5.      Modul Mata Kuliah Islam dan Sains semester 5 Teknik Informatika Fakultas Sains Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun Akademik 2012/2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar