Jumat, 30 November 2012

SEJARAH HUBUNGAN ISLAM DAN SAINS


Konflik Agama dan Sains telah ada sejak abad ke-15 M ,berikut pola konfliknya :











Konflik Antara Agama dan Sains
Konflik antara agama dan sains telah dimulai sejak abad ke-15M, ketika Galileo menentang paham

Geosentris (bumi merupakan pusat tata surya) yang dianut oleh gereja. Galileo dianggap mengingkari keyakinan agamanya (kristen) bahwa bumi merupakan pusat edar tata surya.
Ketaksesuaian agama dan sains berlanjut hingga masa sesudahnya (masa Newton/masa sains modern).

Transformasi Sains
Sejarah sains Eropa masa kebangkitan (abad 14 dan 15) mencatat bahwa sains muncultidak hanya dalamrangka melepaskan hegemonik gereja sebagai institusi pemegang kekuasaan tertinggi, tetapi juga sebagaimomentum transformasi sains ke dalam utilitas teknik (aplikasi nyata).

Sains Modern
Para ahli sepakat bahwa sejarah perkembangan sains modern beserta aplikasi teknologi yang ada sekarang diawali oleh Newton (mekanika klasik). Mekanika klasik Newton berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengerahuan saat itu. Konsep mekanika klasik Newton bersifat mekanistik deterministik (apabila kondisi awal dari sesuatu daoat ditentukan maka kondisi berikutnya dapat dipredisksi secara tepat). 

Dampak Positif Paradigma Newton
Revolusi Industri (Inggris, abad ke-17) dengan penemuan mesin tenun dan mesin cetak. 
Tahapan industrinya antara lain :
·           Mekanisasi (abad ke-17)
·           Energisasi (abad ke-18)
·           Optimalisasi (abad ke-18 s.d. ke-19)
·           Otomatisasi (abad ke-19 s.d. ke-20) 
Dampak Negatif Paradigma Newton
·           Membentuk masyarakat yang sekularistik
·           Mengabaikan nilai-nilai regiusitas (mengabaikan unsur Tuhan karena merasa dapat memprediksi apa yang akan terjadi). 

Puncak Konflik Agama dan Sains
Charles Darwin pada abad ke-19 memunculkan bukunya yang berjudul The Origin of Species (hanya dengan mengurutkan tulang tengkorak berusaha menghubungkan secara evolusioner). Temuan Darwin semakin memicu ketidakharmonisan hubungan antara ilmuan (orang yang menekuni sains) dengan agamawan (orang yang mendalami nilai dan ajaran Tuhan).

Masa Reda Konflik Agama dan Sains
Terjadi pada abad ke-20 yang memunculkan paradigma baru dalam ilmu pengetahuan dan istilah Mekanistik Deterministik diubah menjadi Probabilistik Relatifistik. hal ini di motori oleh ilmuan Heissenberg dan Scrodinger dengan Teori Mekanika Kuantum dan Albert Einstein dengan konsep ruang-waktu dan energi.
Probabilistik Relatifistik adalah Sesuatu yang memiliki banyak kemungkinan alternatif untuk memecahkan persoalan. paradigma ini melahirkan ilmu-ilmu baaru seperti material science, mikro elektrinika, kimia fisika kuantun, astrofisika, dan lain-lain.

Perbedaan Paradigma dalam konsep Newton dan Einstein yakni konsep Energi-Ruang-Waktu
Newton
Massa materi adalah kekal, ada dengan sendirinya dari dulu hingga sekarang (teori Stead State), sehingga ruang dan waktu adalah intitas yang terpisah 
Einstein
Ruang dan waktu adalah entitas yang terkait satu sama lain menjadi dimensi tersendiri yaitu dimensi ruang-waktu, tanpa ada ruang maka tidak akan ada waktu.

Dampak Positif Paradigma Newton
Penciptaan Alam Semesta
·         Ada dengan tidak sendirinya
·         Sesuai dengan agama (alam semesta ada yang menciptakan)
Kehancuran Alam Semesta
·         Beberapa milyard tahun yang akan datang sesuai perhitungan waktu peluruhan neutron (inti atom)
·         Sesuai dengan agama (alam semesta tidak kekal).

Hubungan Agama dan Sains pada Abad 21












Maksud simbiosis mutualisme disini adalah saling ketergantungannya antara hubungan agama dan sains sehingga mengurangi konflik yang terjadi pada abad-abad sebelumnya. Seperti penemuan-penemuan yang kemudian terkuak bahwa penemuan tersebut telah di tulis sebelumya di dalam Al-Quran dan penemuan tersebut seperti menjelaskan ayat-ayat tersebut.

Sumber    :   Frida Agung R.2012. Materi kuliah islam dan sains. UIN SUKA Yogyakarta
                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar