Konflik Agama dan Sains telah ada sejak abad ke-15 M
,berikut pola konfliknya :
Konflik Antara Agama dan Sains
Konflik antara agama dan sains telah dimulai sejak abad
ke-15M, ketika Galileo menentang paham
Geosentris (bumi merupakan pusat tata surya) yang dianut oleh gereja. Galileo dianggap mengingkari keyakinan agamanya (kristen) bahwa bumi merupakan pusat edar tata surya.
Ketaksesuaian agama dan sains berlanjut hingga masa sesudahnya (masa Newton/masa sains modern).
Geosentris (bumi merupakan pusat tata surya) yang dianut oleh gereja. Galileo dianggap mengingkari keyakinan agamanya (kristen) bahwa bumi merupakan pusat edar tata surya.
Ketaksesuaian agama dan sains berlanjut hingga masa sesudahnya (masa Newton/masa sains modern).
Transformasi Sains
Sejarah sains Eropa masa kebangkitan (abad 14 dan 15) mencatat bahwa sains muncultidak hanya dalamrangka melepaskan hegemonik gereja sebagai institusi pemegang kekuasaan tertinggi, tetapi juga sebagaimomentum transformasi sains ke dalam utilitas teknik (aplikasi nyata).
Sains Modern
Sains Modern
Para ahli sepakat bahwa sejarah perkembangan sains modern
beserta aplikasi teknologi yang ada sekarang diawali oleh Newton (mekanika
klasik). Mekanika klasik Newton berdampak besar terhadap perkembangan ilmu
pengerahuan saat itu. Konsep mekanika klasik Newton bersifat mekanistik
deterministik (apabila kondisi awal dari sesuatu daoat ditentukan maka kondisi
berikutnya dapat dipredisksi secara tepat).
Dampak Positif Paradigma Newton
Revolusi Industri (Inggris, abad ke-17) dengan penemuan
mesin tenun dan mesin cetak.
Tahapan industrinya antara lain :
·
Mekanisasi (abad ke-17)
·
Energisasi (abad ke-18)
·
Optimalisasi (abad ke-18
s.d. ke-19)
·
Otomatisasi (abad ke-19
s.d. ke-20)
Dampak Negatif Paradigma Newton
·
Membentuk masyarakat yang
sekularistik
·
Mengabaikan nilai-nilai
regiusitas (mengabaikan unsur Tuhan karena merasa dapat memprediksi apa yang
akan terjadi).
Puncak Konflik Agama dan Sains
Charles Darwin pada abad ke-19 memunculkan bukunya yang
berjudul The Origin of Species (hanya dengan mengurutkan tulang tengkorak
berusaha menghubungkan secara evolusioner). Temuan Darwin semakin memicu
ketidakharmonisan hubungan antara ilmuan (orang yang menekuni sains) dengan
agamawan (orang yang mendalami nilai dan ajaran Tuhan).
Masa Reda Konflik Agama dan Sains
Terjadi pada abad ke-20 yang memunculkan paradigma baru
dalam ilmu pengetahuan dan istilah Mekanistik Deterministik diubah menjadi
Probabilistik Relatifistik. hal ini di motori oleh ilmuan Heissenberg dan
Scrodinger dengan Teori Mekanika Kuantum dan Albert Einstein dengan konsep
ruang-waktu dan energi.
Probabilistik Relatifistik adalah Sesuatu yang memiliki banyak
kemungkinan alternatif untuk memecahkan persoalan. paradigma ini melahirkan
ilmu-ilmu baaru seperti material science, mikro elektrinika, kimia fisika
kuantun, astrofisika, dan lain-lain.
Perbedaan Paradigma dalam konsep Newton dan Einstein
yakni konsep Energi-Ruang-Waktu
Newton
Massa materi adalah kekal, ada dengan sendirinya dari dulu hingga sekarang (teori Stead State), sehingga ruang dan waktu adalah intitas yang terpisah
Newton
Massa materi adalah kekal, ada dengan sendirinya dari dulu hingga sekarang (teori Stead State), sehingga ruang dan waktu adalah intitas yang terpisah
Einstein
Ruang dan waktu adalah entitas yang terkait satu sama lain menjadi dimensi tersendiri yaitu dimensi ruang-waktu, tanpa ada ruang maka tidak akan ada waktu.
Ruang dan waktu adalah entitas yang terkait satu sama lain menjadi dimensi tersendiri yaitu dimensi ruang-waktu, tanpa ada ruang maka tidak akan ada waktu.
Dampak Positif Paradigma Newton
Penciptaan Alam Semesta
·
Ada dengan tidak sendirinya
·
Sesuai dengan agama (alam
semesta ada yang menciptakan)
Kehancuran Alam Semesta
·
Beberapa milyard tahun yang
akan datang sesuai perhitungan waktu peluruhan neutron (inti atom)
·
Sesuai dengan agama (alam
semesta tidak kekal).
Hubungan Agama dan Sains pada Abad 21
Maksud simbiosis mutualisme disini adalah saling ketergantungannya
antara hubungan agama dan sains sehingga mengurangi konflik yang terjadi pada
abad-abad sebelumnya. Seperti penemuan-penemuan yang kemudian terkuak bahwa
penemuan tersebut telah di tulis sebelumya di dalam Al-Quran dan penemuan
tersebut seperti menjelaskan ayat-ayat tersebut.
Sumber : Frida Agung R.2012. Materi kuliah islam dan sains. UIN SUKA Yogyakarta
Sumber : Frida Agung R.2012. Materi kuliah islam dan sains. UIN SUKA Yogyakarta


Tidak ada komentar:
Posting Komentar