Pendekatan sains islam
ditemukan oleh Sayyed Hossein Nasr, Ziauddin Sardar, Maurice
Bucaille dengan
gagasan “Perlunya etika islam untuk mengawal sains”
dan “Perlunya landasan epistemologi Islami untuk suatu sistem sains (“sains islam”)”
Pendekatan “Penafsiran (sentuhan) Islami” ditemukan oleh Mehdi Ghulsani, dan Bruno Guiderdoni dengan
gagasan “tidak perlu membangun “sains
islam” tetapi cukup memberikan penafsiran (sentuhan)
islami terhadap sains yang ada saat ini”
Pendekatan “Islamisasi Ilmu” ditemukan oleh Naquib Al-Attas, Ismail Raji’
Al-Faruqi, Harun Yahya dengan
gagasan “hendaknya ada hubungan timbal-balik
antara aspek realitas (sains/iptek) dan
aspek kewahyuan (islam)”
