Integrasi dan interkoneksi antar
berbagai disiplin ilmu, baik dari keilmuan sekuler maupun keilmuan agama, akan
menjadikan keduanya saling terkait satu sama lain, “bertegur sapa”, saling
mengisi kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Dengan demikian maka ilmu
agama (ilmu keislaman) tidak lagi hanya berkutat pada teks-teks klasik tetapi
juga menyentuh pada ilmu-ilmu sosial kontemporer.